Perusahaan terbuka terlihat masih gencar mencari pendanaan lewat penerbitan surat utang, ini daftarnya
Perusahaan terbuka terlihat masih gencar mencari pendanaan lewat penerbitan surat utang. Hal ini terlihat dari daftar pipeline obligasi yang masih terdiri dari 33 emisi dari 28 penerbit per Jumat, .
"Hingga saat ini, telah diterbitkan 27 emisi dari 25 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk dengan dana yang dihimpun sebesar Rp31 triliun," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna, dalam keterangan tertulis. Adapun sektor terbesar yang mengungguli pipeline ini adalah perusahaan dari sektor finansial, yaitu sebesar 64,29%. Diketahui, sebanyak 18 perusahaan finansial mengantre untuk menerbitkan obligasinya.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Lionel Messi Siap Pulang ke Barcelona kalau Xavi Hernandez Mau Kabulkan 1 Permintaan - Bolasport.comRumor kepulangan Lionel Messi ke Barcelona kembali mencuat ke permukaan menghiasi media Eropa. Syaratnya, Xavi Hernandez, mempertahankan dua pemain veteran! Siapa aja? 🤔
Les mer »
Kok Bisa Pemerintah Ngutang Rp 344 M ke Bos Minyak Goreng?Pemerintah diam-diam masih ngutang ratusan miliar rupiah ke pengusaha terkait program minyak goreng murah tahun lalu.
Les mer »
Emiten Rokok GGRM Masih Secerah Surya atau Menuju 'Sunset'?PT. Gudang Garam Tbk. atau yang memiliki kode saham GGRM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rokok.
Les mer »
Mudah, Praktis Tak Perlu Antre, Ini 3 Cara Isi Saldo e-Toll lewat HPMudah, Praktis Tak Perlu Antre, Ini 3 Cara Isi Saldo e-Toll lewat HP TempoRamadan
Les mer »
Menguji Strategi Emiten BUMN Karya Berburu Kontrak BaruEmiten BUMN sektor konstruksi merancang strategi untuk memacu kinerja pada 2023 setelah membukukan kinerja yang lunglai pada tahun lalu.
Les mer »
Kontrak Penjualan Batal, Emiten Sultan Subang Rugi SeginiEmiten milik sultan Subang yang bergerak di bidang industri pengolahan kelapa, PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) menjelaskan terkait kerugian yang timbul
Les mer »