Anda dapat menemui Masjid Jami Matraman yang terletak sekitar 200 meter dari Gedung Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat. Masjid ini menjadi saksi bisu perjuangan kerajaan Mataram merebut Batavia dari Belanda.
Liputan6.com, Jakarta - Terletak sekitar 200 meter dari Gedung Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, Anda dapat menemui Masjid Jami Matraman. Bukan sekadar masjid biasa, masjid ini menjadi saksi bisu perjuangan kerajaan Mataram merebut Batavia dari Belanda.
Samsudin menjelaskan,"Awalnya sekitar tahun 1600an, Kerajaan Jayakarta beserta rombongannya sedang mengajar ke wilayah Jawa Tengah. Mendengar kampung halamannya diserang Belanda, Pangeran meminta bantuan ke kerajaan Islam di Jawa Tengah." Pada 1837, dua orang generasi baru keturunan Mataram, H. Mursalun dan Bustanul Arifin sebagai keturunan Sunan Kalijaga memelopori pembangunan kembali tempat ibadah tersebut. Masjid mulai berfungsi sebagai pusat dakwah setelah sebagian prajurit memutuskan untuk tinggal dan menjadi pendakwah.
Samsudin menjelaskan kepada pengunjung sembari memperlihatkan mushaf Al-Qur’an kertas yang terbuka."Al-Qur’an besar ini sudah ada lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Tidak diketahui siapa yang menulis, siapa yang menemukan, tiba-tiba saja ada di luar masjid," ujarnya. Masjid Jami Matraman juga sering menjadi tempat sholat sejumlah tokoh besar negara yang kemudian kariernya menjadi sukses, termasuk Anies Baswedan yang pernah salat di sana saat masa kampanye menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Mahfud MD yang tak lama terpilih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Kemenag Kalbar Tingkatkan Kapasitas Takmir Masjid agar Profesional |Republika OnlineTakmir masjid harus mengelola masjid secara profesional.
Les mer »
Masjid-masjid Bersejarah di Sepanjang Jalur MudikLaksana penziarahan, mudik ke kampung halaman bukan sekadar rutinitas pulang kampung, tetapi juga perjalanan spiritual manusia untuk kembali ke fitrah dan asal-usulnya. Linimasa AdadiKompas
Les mer »
Muhammadiyah Jawa Tengah Tanggapi Penolakan Izin Salat Id di Lapangan Mataram PekalonganPemerintah Kota Pekalongan menolak Salat Id Muhammadiyah karena mengikuti pemerintah pusat dalam menetapkan 1 Syawal 1444 H.
Les mer »
Kisah Malang Kucecwara, Bangunan Suci Era Kerajaan Mataram saat Wabah Lepra MelandaMalang Kucecwara disebut merupakan bangunan suci untuk pemujaan ketika wabah penyakit lepra melanda Kerajaan Mataram. Nama itu kemudian jadi nama Kota Malang. MALANG...
Les mer »
Haul Datu Kelampayan Tahun ini: Puncak Haul 27 AprilPuncak peringatan haul ke-217 Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kelampayan ditetapkan pada 27 April 2023 di Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Martapura Timur.
Les mer »
Wali Kota Pekalongan Tetap Larang Lapangan Mataram untuk Salat Idul Fitri pada Jumat 21 April 2023Wali Kota Pekalongan mempersilakan warga yang Salat Idul Fitri pada Jumat 21 April 2023 untuk menggunakan lapangan yang lain. Menunggu Sidang Isbat.
Les mer »