Tak ada yang tersisa dari aksi teror bom selain duka dan luka. Sepanjang hidupnya, para penyintas terus berupaya berdamai. Salah satu jalan yang mereka tempuh adalah bersilaturahmi dengan para pelaku pengeboman. TuturVisual AdadiKompas
Setiap 9 September, Muhammad Rizky Nurhidayat merayakan ulang tahun dengan cara tak biasa. Ia dan ayahnya, Iwan Setiawan, mengikuti peringatan bom Kedutaan Besar Australia atau dikenal dengan bom Kuningan. Mereka berkumpul dengan para penyintas bom dan keluarga korban. Mereka mengenang kejadian yang menewaskan 9 orang dan membuat 160 orang lainnya luka-luka.Sejumlah mahasiswa Perbanas, melakukan tabur bunga di depan Kedutaan Besar Australia, Jakarta untuk mengenang tragedi bom Kuningan, Selasa .
Kurang lebih 8 jam sejak peristiwa ledakan di depan kantor yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, itu, Rizky lahir ke dunia. Ia dilahirkan oleh Halila Seroja Daulay yang mengalami cedera punggung dan kepala setelah sebelumnya terpental dari sepeda motor yang dikendarai Iwan. Saat bom meledak, Halila dan Iwan tengah melintas untuk menuju bidan di Manggarai, Jakarta Selatan, guna memeriksakan Rikzy baru memasuki usia delapan bulan dalam kandungan.
”Manusiawi kalau merasa sakit hati, sedih, kesal. Tapi, ayah mengajarkan untuk belajar memaafkan,” ucap Rizky saat ditemui pada pertengahan Ramadhan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sakit hati yang dirasakan Rizky tak hanya karena menyaksikan ayahnya harus memakai protesa mata karena mata kanannya terlepas setelah tertancap serpihan bom. Ia juga sakit hati karena hanya dua tahun merasakan kasih sayang ibunya. Cedera kepala yang dialami sang ibu ternyata membuatnya menjadi kerap hilang kesadaran dan akhirnya meninggal.Pengurus Yayasan FKAAI sekaligus penyintas bom Kedutaan Besar Australia, Iwan Setiawan, berpose di Kantor FKAAI, Jakarta, Minggu .
Lima bulan setelah Rizky menginjak usia 16 tahun, sang ayah mengajaknya ke Nusakambangan. Sarah Salsabila, kakak Rizky, juga turut ikut ke penjara yang mengurung terpidana mati kasus pengeboman Kedutaan Besar Australia, Iwan Darmawan Munto alias Rois dan Ahmad Hassan.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Kim Jong Un Perintahkan Peluncuran Satelit Mata-mata MiliterKOREA Utara telah selesai membuat satelit mata-mata militer pertamanya dan bersiap meluncurkannya. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan, pengintaian menjadi prioritas negaranya untuk melawan ancaman Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Les mer »
Kim Jong Un: Peluncuran Satelit Mata-mata Pertama Harus Sesuai RencanaKorea Utara pada bulan Desember melakukan apa yang disebutnya sebagai uji fase akhir yang penting untuk satelit mata-mata itu
Les mer »
Top 3 Dunia: Drone Mata-mata Supersonik China, Ledakan Nord Stream, Tol Gratis di MalaysiaTop 3 Dunia kali ini diawali dengan berita China yang tengah menyiapkan unit drone mata-mata supersonik.
Les mer »
Al Jassasah si Peliharaan Dajjal, Binatang Berbulu Lebat yang Ditugasi sebagai Mata-mataAl Jassasah si Peliharaan Dajjal, Binatang Berbulu Lebat yang Ditugasi sebagai Mata-mata: Tak banyak diketahui, Dajjal nyatanya tidak dikurung sendirian. Menunggu kiamat, ia ditemani seekor binatang berbulu lebat, Al Jassasah.
Les mer »
Kim Jong-Un Tebar Ketakutan, Segera Luncurkan Satelit Mata-Mata Militer PertamanyaPemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tebar ketakutan ke lawan-lawannya, dengan menegaskan segera luncurkan satelit mata-mata militer pertamanya.
Les mer »
Legislator Sebut PLN tak Salah Pilih Mitra Transisi EnergiSiemens Energy Global dinilai fokus pengembangan energi hijau
Les mer »