Selepas bebas dari Sukamiskin, Anas memberi sindiran keras terhadap lawan politiknya.
yang dulu adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi . Sebab, KPK di era Abraham Samad-lah yang menetapkan Anas sebagai tersangka atas kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang pada 2010-2012.
Namun, KPK mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan pengurangan tersebut. Hukuman Anas justru diperberat atau bertambah dua kali lipat menjadi 14 tahun penjara yang diputuskan oleh majelis hakim agung yang terdiri atas Artidjo Alkostar, Krisna Harahap, dan MS Lumme. Ia juga menilai, tak tepat jika Anas dikaitkan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono . Sebab, Partai Demokrat menjadi pihak yang paling dirugikan dalam kasus korupsi tersebut.
"Kami jelas dengan kasus yang terjadi dulu itu sangat dirugikan. Jadi, tidak mungkin kami menjadi otak dari yang begitu," sambungnya.resmi bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung, Selasa . Selepas bebas, Anas memberikan sindiran keras terhadap lawan politiknya.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Demokrat Tak Masalah Anas Berorasi Usai BebasPartai Demokrat mempersilakan Anas Urbaningrum berorasi usai bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, hari ini.
Les mer »
Lapas Sukamiskin 'Putih' Sambut Anas UrbaningrumBegini penampakan ratusan massa dan loyalis sambut eks Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum di Lapas Sukamiskin, Bandung. Via detik_jabar
Les mer »
Anas Urbaningrum Bebas, Demokrat: Tidak Ada Kaitan dengan KamiElite Demokrat menanggapi sinis bebasnya Anas Urbaningrum dari Lapas Sukamiskin. Demokrat ogah dikaitkan dengan Anas Urbaningrum yang sudah resmi bebas.
Les mer »
3 Momen Anas Urbaningrum Bebas dari Lapas Sukamiskin, Mulai dari Bebas Lebih Cepat hingga “Jadi Bangkai”Ini tiga momen Anas Urbaningrum bebas dari Lapas Sukamiskin, mulai dari bebas lebih cepat hingga “jadi bangkai”.
Les mer »