Sepekan ini, rupiah ambrol 0,13%.
Mata uang Garuda masih tersungkur di hadapan dolar Amerika Serikat akibat kekecewaan pasar terhadap kebijakan bank sentral AS the Fed yang masih hawkish.
Mayoritas pelemahan mata uang Asia disinyalir karena respon kekecewaan pasar akibat sikap the Fed yang hawkish. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen seperti target inflasi AS yang belum tercapai, sementara kondisi pasar tenaga kerja masih ketat, dan tingkat konsumsi masyarakat terus bertumbuh. Hasil rapat FOMC juga mengindikasikan jika kebijakan moneter yang ketat akan tetap berlanjut hingga 2024 dan akan memangkas suku bunga lebih sedikit dari indikasi sebelumnya.
Klaim pengangguran yang rendah menjadi sinyal jika pasar tenaga kerja AS masih panas sehingga inflasi AS sulit ditekan. Kabar ini tentu saja membuat dunia kecewa karena bisa menjadi pertimbangan The Fed untuk tetap hawkish lebih lama.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Rupiah Macet di Rp15.375 saat Mayoritas Mata Uang Asia PerkasaNilai tukar rupiah tertahan di Rp15.375 per dolar AS pada Jumat (22/9) sore.
Les mer »
Dolar AS Akhir Pekan Masih Perkasa di Level Rp 15.372Nilai tukar dolar AS akhir pekan masih menguat dan menekan rupiah. Mata uang Paman Sam masih mendekati level Rp 15.400.
Les mer »
'Senjata' BI untuk Jaga Rupiah Makin TokcerSRBI menjadi senjata BI untuk menyerap likuiditas dan akhirnya dapat menstabilkan nilai tukar rupiah.
Les mer »
Gubernur BI Beberkan Penyebab Rupiah Keok Lawan Dolar ASGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merespons situasi mata uang rupiah yang belakangan melemah terhadap dolar AS.
Les mer »
Analis prediksi rupiah di kisaran Rp15.375-Rp15.415 per dolar ASAnalis Bank Woori Saudara BWS Rully Nova memprediksi rupiah di kisaran Rp15.375-Rp15.415 per dolar Amerika Serikat (AS) karena pasar uang masih dipengaruhi ...
Les mer »