Gaya hidup melajang diduga menjadi faktor utama rendahnya angka kelahiran di Jepang. Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia.
Polisi meringkus seorang pria beridentitas Yudo Andreawan karena penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti menceritakan soal kasus pembunuhan wanita muda di Tegal, yang dibunuh hingga dibuang dalam keadaan hamil. .
Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya mengatakan pernyataan pendeta Hindu asal India bernama Yati Narsinghanand tidak mewakili pandangan umat Hindu di mana pun.Fikri Budiman mengatakan hukuman mati yang diterima ayahnya tidak adil jika dibandingkan dengan vonis hukuman mati Ferdy Sambo jika dikaitkan RKUHP terbaru.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Dubes Jepang sebut gaya hidup lajang faktor rendahnya angka kelahiranDuta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji menyebut gaya hidup melajang menjadi faktor rendahnya angka kelahiran di Negeri Sakura. “Ini hanya ...
Les mer »
Gaya Hidup yang Menyehatkan Jantung Bisa Membuat Hidup Lebih LamaOrang yang menerapkan gaya hidup menyehatkan jantung terbukti dapat hidup hampir satu dekade lebih lama. Merokok menjadi sumber utama yang menggerogoti usia. Kesehatan AdadiKompas
Les mer »
BSI Perkuat Aplikasi BSI Mobile |Republika OnlineBSI kembangkan BSI mobile jadi ekosistem gaya hidup.
Les mer »
5 Rahasia Panjang Umur & Bahagia dari Dokter Tertua di DuniaDokter praktik tertua di dunia, dr. Howard Tucker mengatakan ada beberapa gaya hidup yang ia lakukan untuk dapat hidup dengan umur yang panjang dan bahagia.
Les mer »
Duta Besar Jepang Buka Suara Soal Fenomena Sekolah TutupDubes Jepang untuk Indonesia blak-blakan kondisi di negaranya, fenomena sekolah tuttup hingga tren hidup melajang di Jepang.
Les mer »
Mencari Damai dalam Hidup Biasa-Biasa SajaHidup keren dan luar biasa mulai tak lagi menarik bagi anak muda di China. Lelah dengan ”hidup sempurna”, mereka mulai beralih hidup biasa-biasa saja. Memilih dan mampu bersikap ”cukup” membuat hidup menjadi lebih damai. Internasional AdadiKompas
Les mer »