Harga minyak dunia naik 0,2 persen imbas menurunnya persediaan minyak Amerika serikat dan kekhawatiran pengurangan lanjutan produksi OPEC+.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak menguat tipis pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, tetapi membukukan kenaikan mingguan ketiga karena pasar mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut yang ditargetkan oleh OPEC+ dan penurunan persediaan minyak AS terhadap kekhawatiran tentang prospek ekonomi global.
Kedua harga acuan melonjak lebih dari 6,0 persen minggu ini setelah OPEC+, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, mengejutkan pasar pada Minggu dengan janji pengurangan produksi. Namun, membatasi kenaikan data pasar tenaga kerja AS mengisyaratkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan ada juga pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan di sektor jasa-jasa AS.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
OPEC Bakal Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia MelesatHarga minyak sedikit berubah dalam perdagangan hari Selasa karena investor menimbang rencana OPEC+ untuk memangkas lebih banyak produksi
Les mer »
Harga Minyak Mentah Stabil, Pasar Cermati Dampak Pengurangan Produksi OPECHarga minyak mentah dunia relatif stabil pada hari Selasa (4/4/2023). Investor menimbang rencana OPEC+ untuk memangkas produksi minyak.
Les mer »
Minyak menguat, raih kenaikan mingguan ke-3 setelah pemotongan OPEC+Harga minyak sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tetapi membukukan kenaikan mingguan ketiga karena pasar mempertimbangkan ...
Les mer »
ADB: Keputusan OPEC Bikin Negara Asia Makin PusingKeputusan anggota OPEC+ memangkas produksi minyak mentah bakal berdampak panjang
Les mer »
Kena Imbas Ambruknya Bank AS, Harga Minyak Mentah RI Amblas ke US$ 79/BarelHarga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Maret 2023 turun US$ 4,89 dari US$ 79,48 per barel pada Februari menjadi US$ 74,59 per barel.
Les mer »
OPEC+ Beri Sinyal Tak Sedap, Awas Gejolak HargaKepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengungkapkan pemerintah mengantisipasi risiko kenaikan harga minyak global
Les mer »