Harta orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong, merosot 6,67% atau sebesar US$ 2 miliar yang setara Rp29,49 triliun, karena apa?
Harta orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong, merosot 6,67% atau sebesar US$ 2 miliar yang setara Rp29,49 triliun. Menurut Forbes, pendiri PT Bayan Resources Tbk. itu saat ini sebesar Rp417,35 triliun.
Penurunan kekayaan ini membuatnya masuk ke dalam jajaran Top Losers atau orang dengan penurunan kekayaan terbesar pada pukul 17.00 EST Rabu atau 04.00 WIB . Hal ini seiring dengan penurunan harga saham BYAN dalam sepekan terakhir. BYAN terkoreksi 0,69% ke posisi 21.500 pada penutupan 6 April 2023 lalu. Saham BYAN terus merosot hingga kemarin sebesar 3,26% ke posisi 20.675.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Harta Rp29 T, Orang Zimbabwe Ini Masuk Deretan Terkaya Dunia!Strive Masiyiwa menjadi satu-satunya orang Zimbabwe yang masuk dalam jajaran miliarder atau orang terkaya di dunia
Les mer »
Buka Bersama, Bukan untuk Acara Pamer PencapaianSebenarnya, apa yang membuat seseorang berniat untuk memamerkan harta kekayaan pada orang lain?
Les mer »
Lima Tahun Harta Kekayaan Tak Berubah, Pejabat Pajak Diperiksa KPKHarta kekayaan yang dilaporkan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Dodik Samsu Hidayat tetap sama sejak 2017 hingga 2021, yakni sebesar Rp 5,35 miliar. Polhuk AdadiKompas
Les mer »
Pejabat Dinas Perumahan yang Pamer Harta Akan Kembali Diperiksa, Heru Budi: Tidak Cukup Satu KaliHeru Budi Hartono mengatakan, pemeriksaan terhadap Selvy belum final. Pemeriksaan disebut tidak cukup satu kali.
Les mer »
Hati-hati, Flexing Alias Pamer Harta Bisa Hanguskan Pahala PuasaPerkembangan media sosial yang melahirkan dampak negatif salah satunya, adanya fenomena flexing semakin marak dilakukan banyak orang.
Les mer »
Mimpi Jokowi Nyata, Pabrik Nikel Terbesar Pulau 'Harta Karun'Mimpi Jokowi membangun hilirisasi nikel masih panjang, titik terang ada di Pulau Obi, Maluku Utara.
Les mer »