JPNN.com : Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Herzi Halevi mengatakan pada Sabtu bahwa pasukannya akan memasuki Gaza untuk membasmi Hamas
jpnn.com, YERUSALEM - Kepala Staf Israel Herzi Halevi mengatakan pada Sabtu bahwa pasukannya akan memasuki Gaza untuk melaksanakan"misi operasional dengan tujuan melenyapkan anggota Hamas", menurut pernyataan militer seperti dikutip oleh Anadolu.
Halevi menyatakan hal itu saat berpidato di depan para pemimpin Brigade Golan, salah satu pasukan elite Israel. "Kita akan memasuki Jalur Gaza. Kita akan terlibat dalam misi operasional untuk melenyapkan orang-orang yang berafiliasi dengan Hamas," kata dia. Baca Juga:"Kita juga akan mengingat gambar dan kejadian saat orang-orang kehilangan nyawa mereka pada Sabtu dua pekan lalu," kata Halevi.
"Gaza adalah wilayah yang kompleks dan padat penduduknya, dan musuh sedang mempersiapkan banyak hal di dalamnya. Meski begitu, kita juga sedang melakukan persiapan," katanya.Baca Juga:
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Korban Berjatuhan Dibombardir Israel, Banyak Anak-anak TewasPerang antara Israel dan Hamas menjadi yang paling mematikan dari lima perang di Gaza.
Les mer »
Bantuan untuk Korban Perang Israel-Hamas di Gaza Masuki Perbatasan RafahRafah adalah jalur utama keluar-masuk Jalur Gaza yang tidak dikuasai Israel. Perbatasan ini menjadi fokus penyaluran bantuan kepada 2,3 juta penduduk.
Les mer »
Mengenal Perbatasan Rafah, Jalur Penyemat Warga Gaza yang Terdampak Perang Israel-HamasSeiring memanasnya perang Israel-Hamas, perbatasan Rafah disebut-sebut sebagai harapan terakhir warga Gaza untuk menyelamatkan diri.
Les mer »
Hamas Lepas Sandera Warga Negara AS, Bantuan Kemanusiaan Mulai Mengalir ke Gaza Melalui MesirMasuknya truk bantuan ke Gaza tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Hamas membebaskan sandera Israel.
Les mer »
Perang Hamas Vs Israel: Perbatasan Mesir dan Gaza Dibuka, Hanya 20 Truk Bantuan yang Diizinkan MasukLebih dari 200 truk yang membawa 3.000 ton bantuan telah menunggu di dekat pintu perbatasan selama berhari-hari.
Les mer »