Kesaksian Eks Tapol 1965: Disetrum, Dilempar Kursi Saat Interogasi Hingga Kelaparan Nyaris Mati

Norge Nyheter Nyheter

Kesaksian Eks Tapol 1965: Disetrum, Dilempar Kursi Saat Interogasi Hingga Kelaparan Nyaris Mati
Norge Siste Nytt,Norge Overskrifter
  • 📰 tribunnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 28 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 15%
  • Publisher: 51%

Setelah meletusnya peristiwa Gerakan 30 September 1965 terjadi juga dampak ikutan yang lebih kelam dan mengerikan.

Saat itu terjadi peristiwa pelanggaran HAM berat terhadap mereka yang dituduh sebagai anggota maupun terlibat denganAkibatnya, lebih dari dua juta orang mengalami penangkapan sewenang-wenang, penahanan tanpa proses hukum, penyiksaan, perkosaan, kekerasan seksual, kerja paksa, pembunuhan, penghilangan paksa, wajib lapor dan lain sebagainya.

Hal itulah yang dialami oleh Sastrawan yang juga Penulis yang sempat aktif di Lembaga Kebudayaan Rakyat,Putu menceritakan pada tahun 1966 saat operasi kalong di kediamannya Jalan Mangga Besar 101 dirinya didatangi anggota militer.

"Semua barang yang saya punya saat buka warung depan rumah dibawa, dia bilang ini sebagai barang bukti dan tidak kembali semuanya. Jadi merampok barang justru mereka," kata Putu Oka. Putu Oka kerap menulis tentang kehidupan masyarakat miskin, petani, nelayan, tukang tikar penari perempuan miskin.

Vi har oppsummert denne nyheten slik at du kan lese den raskt. Er du interessert i nyhetene kan du lese hele teksten her. Les mer:

tribunnews /  🏆 37. in İD

Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter

Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.

Tiga Serangkai: Aidit, Nyoto dan Lukman Bersama Membangun PKI dan Bersimpang Jalan dalam Prahara Berdarah 1965Tiga Serangkai: Aidit, Nyoto dan Lukman Bersama Membangun PKI dan Bersimpang Jalan dalam Prahara Berdarah 1965Tiga serangkai: Aidit, Nyoto dan Lukman bersama membangun Partai Komunis Indonesia, lalu bersimpang jalan dalam gerakan 30 September 1965.
Les mer »

Kesaksian Perempuan Belanda yang Hidup Bersama Eks Tapol Kelas Kakap Hersri Setiawan pada Masa Orde Baru BerkuasaKesaksian Perempuan Belanda yang Hidup Bersama Eks Tapol Kelas Kakap Hersri Setiawan pada Masa Orde Baru BerkuasaJitske Mulder alias Ruth Havelar, pengarang Belanda pada awal 1980 memutuskan menikah dengan Hersri Setiawan eks tahanan politik yang pernah ditahan di Pulau Buru. Keputusannya menggadaikan cinta dan hidup bersama dengan tahanan politik saat era Orde Baru merupakan pilihan pilihan yang sulit, tidak rasional dan penuh ancaman.
Les mer »

'Pikiran saya tak bisa beranjak dari petaka 1965' - Anak petinggi PKI menanti jawaban di mana ayahnya dikuburkan'Pikiran saya tak bisa beranjak dari petaka 1965' - Anak petinggi PKI menanti jawaban di mana ayahnya dikuburkanKematian tragis salah satu pemimpin PKI, MH Lukman, dalam petaka 1965 membuat kehidupan anak sulungnya 'sulit beranjak' dari kejadian itu. Sang anak terus berusaha menarasikan kembali ingatan personalnya tentang ayahnya dari cengkeraman sejarah resmi.
Les mer »

Nobar Film Eksil di Peringatan Tragedi 1965, Usman Hamid: Dia Tunjukkan Cinta Tanah Air Tak Boleh ButaNobar Film Eksil di Peringatan Tragedi 1965, Usman Hamid: Dia Tunjukkan Cinta Tanah Air Tak Boleh ButaDirektur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usmad Hamid hadir dalam acara Pemutaran Film Eksil dan Gelar Wicara Peringati 58 Tahun Tragedi Kemanusiaan di Metropole XXI, Jakarta Pusat, Senin 25 September 2023.
Les mer »

Kesaksian Soekarno Lewati Masa Masa Kritis Dalam Penjagaan Resimen Khusus Tjakrabirawa: Setialah Pada Tugasmu!Kesaksian Soekarno Lewati Masa Masa Kritis Dalam Penjagaan Resimen Khusus Tjakrabirawa: Setialah Pada Tugasmu!Kiprah Soekarno lekat dengan ancaman pembunuhan. Untuk menjaga Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno membentuk resimen khusus Tjakrabirawa di hari ulang tahunnya, 6 Juni 1962. Soekarno pernah ditegur oleh Komandan Tjakrabirawa karena abaikan keselamatannya.
Les mer »



Render Time: 2025-02-28 21:32:21