Situasi menegangkan masih terus terjadi di ibu kota Sudan, Khartoum hingga Rabu kemarin. Berikut info selengkapnya.
"Sempat terjadi sweeping. Jadi itu membuat kami para mahasiswa yang melanjutkan kuliah tidak berani keluar tempat tinggal di Kota Khartoum," kata Abdurrasyid, mahasiswa asal Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Rabu via WhatsApp sekitar 20.22 Wita.Rasyid merupakan rekan Danial Alya mahasiswa asal Desa Darek, l Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
"Kalau untuk stok makanan alhamdulillah dapat sedikit logistik dari hasil sinergi KBRI, PPI, dan BEM kampus. Insya Allah bisa bertahan selama tiga hari ke depan," katanya."Tapi jika hal ini terus-terusan berlanjut kami tentunya akan mengalami kekurangan logistik lagi. Karena dari pihak toko juga akan kesulitan menyetok kembali di tengah keadaan seperti ini," ujar Rasyid.
Diberitakan sebelumnya, mahasiswa asal Lombok bernama Danial menceritakan sejak Senin terjebak situasi mencekam di tengah perang. Pada beberapa titik pesawat tempur terbang melintasi tempat tinggalnya di Sudan. "Ya kemarin itu sekitar empat jam baku tembak, kami tidak berani keluar rumah. Ada suara ledakan pesawat tempur berkali-kali melewati atas rumah," katanya, Selasa via WhatsApp.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
KBRI Khartoum: Situasi di Sudan Terus Memburuk, WNI Jangan BerkeliaranKBRI Khartoum mengungkap kondisi di Sudan terus memburuk. WNI diimbau untuk tidak berkeliaran.
Les mer »
Konflik Masih Memanas, 15 WNI di Sudan Diamankan ke KBRI Khartoum |Republika OnlinePerwakilan RI telah mengevakuasi 15 WNI ke Safe House di Kantor KBRI Khartoum
Les mer »
Mahasiwa RI sebut Suara Ledakan Terus Bersahutan di Bandara Khartoum SudanPara mahasiswa WNI mengatakan hingga Selasa, (18/4) suara ledakan terus menggema di telinga warga ibu kota Sudan, Khartoum.
Les mer »
Perang Jenderal di Sudan, KBRI Khartoum Evakuasi 15 WNI ke Safe HousePERWAKILAN pemerintah Republik Indonesia mengevakuasi 15 WNI ke Safe House di Kantor KBRI Khartoum karena kondisi perang saudara di Sudan.
Les mer »
Perang Sudan, Safe House KBRI Khartoum Mampu Tampung 500 WNIKANTOR Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum, Sudan, telah dijadikan safe house untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dengan kapasitas dapat menampung 500 orang. Hingga saat ini sudah terdapat 22 WNI yang dievakuasi ke lokasi tersebut.
Les mer »