Parlemen Malaysia telah menyepakati sebuah rancangan undang-undang yang menghapus hukuman mati pada berbagai jenis kejahatan, Senin (3/4/2023).
Rancangan undang-undang ini mesti disetujui majelis tinggi parlemen dan raja Malaysia sebelum bisa disahkan.
Singh menyebut, reformasi hukum ini bakal memberi kesempatan bagi 1.318 narapidana yang telah divonis mati di Malaysia. Kebanyakan narapidana itu terlibat kasus narkoba. "Tinjauan atas vonis merefleksikan komitmen pemerintah untuk memperbarui dan meningkatkan legislasi serta keadilan di negara ini," kata Singh dikutipSementara itu, aktivis Anti-Death Penalty Asia Network , Dobby Chew, menyambut reformasi hukum Malaysia sebagai langkah awal menghapus hukuman mati sepenuhnya di negara itu.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Selangkah Lagi Finlandia Bergabung dengan NATOParlemen Turki akhirnya meratifikasi akses keanggotan Finlandia ke dalam NATO. Selangkah lagi, FInlandia akan menjadi anggota ke-31 NATO, meninggalkan status sebagai negara netral. Internasional AdadiKompas
Les mer »
Parlemen Malaysia Loloskan RUU Hapus Hukuman Mati WajibParlemen Malaysia meloloskan RUU untuk menghapus hukuman mati wajib pada Senin (3/4/2023). Apa konsekuensinya?
Les mer »
Malaysia Hapus Hukuman Mati dan Hukuman Seumur HidupBerdasarkan amendemen yang diloloskan, alternatif dari hukuman mati mencakup pencambukan dan pemenjaraan antara 30-40 tahun.
Les mer »
Parlemen Malaysia Putuskan Hapus Hukuman Mati WajibParlemen Malaysia, Senin (3/4) meloloskan sebuah legislasi untuk mencabut hukuman mati wajib. Berbagai organisasi HAM menyambut baik hasil pemungutan suara itu sebagai “langkah penting” yang dapat memiliki efek merembet di Asia Tenggara. Hukuman mati untuk beberapa pelanggaran, termasuk...
Les mer »
Kilang Pertamina Lagi-lagi Terbakar, Ahok: Arahan ke Direksi Sudah JelasKomisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merespons insiden ledakan di area Kilang Pertamina di Dumai, Riau.
Les mer »
OPEC+ Lagi-lagi Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Segera MelambungArab Saudi dan beberapa negara anggota OPEC pada Minggu (2/4/2023) mengumumkan pemangkasan produksi minyak lagi 1,16 juta barel per hari.
Les mer »