Mencari Jalan Keluar Lempang di Rempang

Norge Nyheter Nyheter

Mencari Jalan Keluar Lempang di Rempang
Norge Siste Nytt,Norge Overskrifter
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 105 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 45%
  • Publisher: 63%

Pemerintah Indonesia masih mencari upaya untuk memuluskan investasi pabrik kaca di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Sementara masyarakat menunggu, sambil berharap relokasi tak dilakukan mesti tetap realistis menghadapi kenyataan.

Di tengah cuaca terik dan angin laut berhembus, FA dan sekitar sepuluh kawannya berkumpul di depan mushola kampung. Rempang, di mana FA tinggal, adalah pulau kecil yang menjadi bagian dari gugusan pulau-pulau di Batam. Dalam dua pekan ini, sebagaimana anak-anak Rempang lain, FA menjadi bagian tak terpisahkan dari konflik sebagai dampak Proyek Strategis Nasional Rempang Eco City di kawasan itu. VOA hanya menyebut inisial demi keamanan narasumber kami ini pada saat sensitif di Rempang.

Pada tahap awal, menurut Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, kawasan ini diminati perusahaan kaca terbesar di dunia asal China, Xinyi Group. Mereka berencana akan menggelontorkan investasi senilai U$11,5 miliar AS atau setara Rp174 triliun sampai dengan 2080. Untuk meredam aksi kekerasan, pemerintah menjanjikan sejumlah hal. Aparat keamanan ditarik, dan proses dialog akan dilakukan. Menteri Bahlil menyebut pemerintah tidak akan melakukan relokasi, tetapi “pergeseran”. Uang pengganti, rumah dan lahan disiapkan agar warga Rempang menerima rencana ini., yang baik. Dan tetap kita memberikan penghargaan kepada masyarakat yang memang sudah secara turun-temurun berada di sana. Kita harus berkomunikasi dengan baik, sebagaimana layaknya lah.

AS mengaku heran, ada banyak lahan masih kosong di Rempang, tetapi warga harus dipindahkan untuk pembangunan pabrik. Dia tidak anti pembangunan, bahkan mempersilahkan, tetapi seharusnya warga kampung-kampung Melayu tidak perlu direlokasi.Selain soal sejarah kampung, di mata AS relokasi juga berdampak pada mata pencaharian mereka. Bagi warga yang mayoritas nelayan, keberadaan dermaga penting, dan belum ada kejelasan apakah di lokasi baru ada fasilitas serupa.

Soal relokasi ini, AS dan kebanyakan warga Rempang sudah mendengarnya. Begitu pula terkait rumah pengganti, dan tanah yang disediakan oleh pemerintah di lokasi baru. Masalahnya, kata AS, semua itu masih sebatas janji. Warga masih menunggu ganti rugi yang belum jelas itu. Tidak mungkin, kata AS, meninggalkan rumah yang sekian lama mereka tinggali, tetapi rumah penggantinya bahkan belum jadi.

Dalam pernyataan resminya, Anggota Komisi II Guspardi Gaus memang mengaku masih melihat ada upaya berbau kekerasan di Rempang. Guspardi mengungkapkan, ada banyak laporan terkait itu yang masuk kepada dirinya. “Sampai hari ini bertebar WA kepada kami dan seluruh anggota dewan dan seluruh masyarakat WA ini bertebaran. Di mana pendekatan-pendekatan anarkis, melakukan pemaksaan itu yang beredar. Oleh karena itu tentu perlu disikapi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Vi har oppsummert denne nyheten slik at du kan lese den raskt. Er du interessert i nyhetene kan du lese hele teksten her. Les mer:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter

Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.

5 Fakta Terbaru Kasus Pulau Rempang, Ada Pihak Luar yang ‘Main’5 Fakta Terbaru Kasus Pulau Rempang, Ada Pihak Luar yang ‘Main’Insiden Pulau Rempang belum usai hingga sekarang. Pada Kamis, 7 September 2023 terjadi bentrokan antara warga Rempang, Batam, Berikut deretan fakta mengenai kasus rempang
Les mer »

Solidaritas untuk Rempang Semakin Meningkat, Ini BuktinyaSolidaritas untuk Rempang Semakin Meningkat, Ini BuktinyaSolidaritas untuk Rempang Masih Terus Berlanjut.
Les mer »

Temuan Ombudsman: Mayoritas Warga Rempang Masih Tak Mau DipindahTemuan Ombudsman: Mayoritas Warga Rempang Masih Tak Mau DipindahOmbudsman menemukan bahwa mayoritas warga di tiga kampung Pulau Rempang disebut menolak untuk direlokasi untuk pembangunan proyek Rempang Eco City.
Les mer »



Render Time: 2025-02-28 17:52:24