Partai Buruh akan Ajukan Uji Materi Ambang Batas Parlemen 4 Persen TempoNasional
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan uji materiil UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold sebesar 4 persen. Menurutnya kebijakan tersebut antidemokrasi dan terkesan mempertahankan oligarki.“Parliamentary threshold adalah cara untuk mempertahankan oligarki partai politik yang dilakukan partai politik yang ada di Senayan.
Menurutnya, parpol berpeluang kehilangan kursinya di parlemen lantaran tidak memenuhi suara sah pemilih sebesar 4 persen.'Bilamana partai politik mendapatkan 30 kursi bahkan sampai dengan 40 kursi di DPR RI, maka partai politik tersebut tetap tidak lolos parliamentary threshold karena 30 kursi sampai 40 kursi di DPR RI yang didapat tersebut tidak bisa mencapai 4 persen,' ujarnya.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Pantang Mundur Tolak UU Cipta Kerja, Buruh Bakal Ajukan Uji Formil dan Materiil ke MKSerikat buruh menyatakan akan mendaftarkan uji formil dan uji materiil UU No 6/2023 tentang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi pada bulan April 2023.
Les mer »
Berkukuh Tolak UU Cipta Kerja, Partai Buruh Bakal Rutin Demo Saban SelasaPresiden Partai Buruh Said Iqbal menjelaskan ada 9 isu buruh dalam UU Cipta Kerja yang dipersoalkan.
Les mer »
Lawan Parpol Besar, Partai Buruh Wacanakan Bentuk Koalisi Orang KecilPartai Buruh berencana mengajak partai politik (parpol) nonparlemen dan parpol baru untuk membentuk koalisi orang kecil.
Les mer »
Partai Buruh Serukan Tolak Koalisi Besar |Republika OnlinePartai Buruh menyerukan untuk menolak koalisi besar.
Les mer »
Dinilai Cederai Demokrasi, Partai Buruh Serukan Tolak Koalisi Besar |Republika OnlinePartai Buruh menolak dibangkitkannya kembali sistem demokrasi terpimpin.
Les mer »
Partai Buruh Menolak Gagasan Pembentukan Koalisi BesarMenurut Partai Buruh ide koalisi besar menciderai demokrasi yang sehat dan bersih karena cenderung membatasi jumlah kontestan.
Les mer »