Teten menyebut pedagang di Pasar Tanah Abang sebenarnya sudah mencoba berjualan secara online. Sayangnya mereka tetap gagal bersaing.
ADVERTISEMENT"Mereka juga sudah coba jual di online. Tapi saya simpulkan produk yang dijual tidak bersaing karena ada produk-produk impor yang dijual harganya sangat murah sekali," lanjutnya.Ia menyebut pihaknya sudah memberikan catatan terkait kondisi ini. Menurutnya barang-barang impor yang masuk ke Indonesia perlu diatur.
Padahal, kata dia, Presiden Joko Widodo berulang kali mengingatkan untuk tidak mengimpor barang yang bisa diproduksi sendiri. Pemerintah bakal lebih ketat mengawasi apakah barang yang dijual di platform digital punya legalitas atau tidak. "Saya juga melihat apa perlu kita atur platform-platform digital domestik atau luar, apakah barang yang mereka jual di sana, dokumen barang mereka legal atau tidak. Punya izin, SNI atau tidak, dan lainnya. Supaya kita cegah masuknya barang ilegal lewat online yang masif sehingga memukul yang dalam negeri," pungkasnya.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Cerita Pedagang Pasar Tanah Abang Bertahan Semampunya, Kalah Saing dengan e-commercePedagang Blok G Pasar Tanah Abang mengeluhkan minimnya pendapatan mereka karena pengunjung yang kian sepi dan kondisi pasar yang tak terurus.
Les mer »
Nunggak Iuran, Puluhan Pedagang Tanah Abang Dapat Peringatan dari Pengelola!Puluhan toko di Tanah Abang mendapat surat peringatan dari Pasar Jaya selaku pengelola karena menunggak bayar iuran.
Les mer »
BRI Bagi-bagi Undian Promo buat Pedagang-Pengunjung Pasar Tanah AbangPenawaran ini berlaku mulai 1 Maret-15 Desember 2023.
Les mer »
Pasar Tanah Abang Makin Sepi, Pedagang Pindah ke Online?Kondisi Pasar Tanah Abang semakin sepi ditinggal pembeli. Akibatnya banyak pedagang di pusat grosir tersebut yang akhirnya ikut berjualan secara online.
Les mer »
Nasib Pedagang Pasar Tanah Abang Kini, Tunggak Iuran hingga Gulung TikarDi tengah sepinya Pasar Tanah Abang saat ini, banyak penjual yang tidak mampu mempertahankan kiosnya dan berakhir gulung tikar.
Les mer »