Pembangkit Panas Bumi Bisa Jadi Pondasi Suplai Listrik, Tapi Simpan Risiko Investasi

Norge Nyheter Nyheter

Pembangkit Panas Bumi Bisa Jadi Pondasi Suplai Listrik, Tapi Simpan Risiko Investasi
Norge Siste Nytt,Norge Overskrifter
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 68 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 83%

Direktur Jenderal EBTKE Yudo Dwianda Priaadi mengatakan menyimpan potensi hingha 23 gigawatt (GW). Namun, hingga saat ini baru terpasang sekitar 2,4 GW.

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM mencatat potensi pembangkit panas bumi di Indonesia cukup besar. Namun, investasi di bidang ini menghadapi sejumlah risiko.

"Panas bumi sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik beban dasar yang kontinyu menyuplai listrik dan dapat menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional," kata dia dalam 9th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2023, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa .Meski ada potensi yang menjanjikan tadi, Yudo tak menutup mata kalau investasi di sektor panas bumi ini menyimpan risiko.

"Untuk mengurangi risiko tersebut, program pengeboran pemerintah telah dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas data panas bumi. Rencananya akan dilakukan pada 20 WK panas bumi sampai dengan tahun 2024 sebesar 683 MW," bebernya. 2 dari 4 halamanPemanfaatan TeknologiLebih lanjut, Yudo juga menyoroti soal pemanfaatan teknologi untuk menunjang pengembangan pembangkit panas bumi. Menurutnya, teknologi bisa mempercepat hal tersebut.

Ketua API Prijandaru Effendi mengungkap saat itu Pertamina Geothermal Energy mengelola sekitar 30 MW. Namun pertumbuhannya dinilai lambat atau hanya sekitar 60 MW per tahun hingga saat ini. 4 dari 4 halamanPenyebab Pengembangan LambatDia mengantongi sejumlah alasan lambatnya pertumbuhan kapasitas terpasang tadi. Dimana, solusinya juga tengah dicari seluruh pihak terkait. Pertama, adanya kesenjangan harga dengan nolai keekonomian.

Vi har oppsummert denne nyheten slik at du kan lese den raskt. Er du interessert i nyhetene kan du lese hele teksten her. Les mer:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter

Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.

Pertumbuhan Pembangkit Panas Bumi Lambat, Ternyata Ini Biang KeroknyaPertumbuhan Pembangkit Panas Bumi Lambat, Ternyata Ini Biang KeroknyaLaju pertumbuhan kapasistas terpasang pembangkit panas bumi jauh dari sumber daya yang dimiliki sekitar 24 ribu Megawatt. Dengan cadangan saat ini yang diperkirakan sebanyak 14 ribu MW.
Les mer »

Jokowi Sebut Bumi Makin Panas Bikin Harga Beras Naik, Kok Bisa?Jokowi Sebut Bumi Makin Panas Bikin Harga Beras Naik, Kok Bisa?Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kenaikan suhu akibat perubahan iklim membuat harga beras dunia naik, tak terkecuali di Indonesia.
Les mer »

Pengusaha Beberkan Sebab Pengembangan Pembangkit Geothermal di RI LambatPengusaha Beberkan Sebab Pengembangan Pembangkit Geothermal di RI LambatIndonesia telah cukup lama mengembangkan pembangkit panas bumi. Namun, pengembangan panas bumi ini terhitung lambat.
Les mer »

RI dan Selandia Baru Geber Kerja Sama Pengembangan Energi Panas BumiRI dan Selandia Baru Geber Kerja Sama Pengembangan Energi Panas BumiKerja sama panas bumi terus berlanjut untuk Indonesia dan Aotearoa Selandia Baru.
Les mer »

Pengembangan Energi Panas Bumi di RI Lambat, Asosiasi Bongkar PenyebabnyaPengembangan Energi Panas Bumi di RI Lambat, Asosiasi Bongkar PenyebabnyaPengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia hingga saat ini masih terbilang lambat. Padahal, RI sudah memanfaatkan energi panas bumi sejak 1984
Les mer »

Asosiasi Ungkap Biang Kerok Pengembangan Panas Bumi Lambat di RIAsosiasi Ungkap Biang Kerok Pengembangan Panas Bumi Lambat di RIKETUA Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi membeberkan penyebab utama pengembangan panas bumi lambat dikembangkan di Indonesia. Yakni, adanya kesenjangan
Les mer »



Render Time: 2025-02-28 22:21:14