Mengapa mendengarkan lagu sedih justru membuat perasaan lebih baik?
Liputan6.com, Jakarta - Mendengarkan lagu sedih kerap kali justru membuat perasaan jadi lebih baik, terutama jika sedang sedih.
Lebih lanjut, ia mengungkap manfaat dari mendengarkan lagu sedih, yaitu memberikan ruang untuk emosi yang bisa jadi menyakitkan. “Seringkali, lagu sedih memiliki tempo yang lebih lambat dan nada yang lebih rendah daripada jenis musik lainnya. Jenis suara yang dikeluarkan dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung, meredakan ketegangan otot, dan menurunkan kadar kortisol,” ia menerangkan.
Ia juga mengungkap, mendengarkan musik sedih dapat mengingatkan orang bahwa mereka tidak sendirian dalam emosi mereka. Terkadang, musik sedih membantu kita menembus perasaan mati rasa dengan membangkitkan emosi yang kuat itu, mengutip Matthew.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Dilarang Ahmad Dhani, Once: Gue Juga Enggak Berminat Bawain Lagu Dewa Banyak-banyakDilarang Ahmad Dhani membawakan lagu-lagu Dewa 19, Once Mekel sebut dirinya juga punya lagu sendiri
Les mer »
TMII Gelar Pesta Musik dan Kuliner 10 Hari, Dimulai Hari H LebaranWisatawan yang berkunjung dapat menikmati lagu-lagu daerah oleh pemusik lokal.
Les mer »
Dawn Ungkap Makna Lagu Barunya Untuk HyunASedangkan rumor hubungan Dawn dan HyunA mulai beredar pada tahun 2018 ketika mereka bergabung dengan sesama anggota grup Dawn saat itu, Hui Pentagon untuk membentuk grup proyek Triple H.
Les mer »
Bambang Soemardiono Ungkap Cerita di Balik Lagu Hanya MilikNyaMusikus Bambang Soemardiono merilis sebuah lagu terbaru yang berjudul Hanya MilikNya.
Les mer »
Informasi Soal Hubungan Intim Beredar, Psikolog: AG Perlu Diberi Dukungan |Republika OnlinePsikolog sebut AG perlu diberi dukungan soal menyebarnya info hubungan intim AG.
Les mer »
Kisah Psikolog Viktor Frankl Bertahan di Kamp Nazi, Temukan Kunci Makna HidupViktor Emil Frankl melewati masa sulit di kamp konsentrasi Nazi hingga menemukan bagaimana cara memaknai hidup. Ini kisahnya:
Les mer »