BEI mencatat 11 perusahaan beraset jumbo atau lebih dari Rp 250 miliar masuk dalam antrean IPO.
- Bursa Efek Indonesia mencatat, hingga 21 Juli 2023 ada 11 calon perusahaan besar yang antre dalam pipeline pencatatan saham BEI. Perusahaan tersebut memiliki aset senilai lebih dari Rp 250 miliar.Adapun hingga saat ini, tercatat 49 Perusahaan yang sudah mencatatkan saham pasar modal Tanah Air dengan dana yang terhimpun sebesar Rp 44,9 triliun.
Selanjutnya, 2 perusahaan dari sektor industri, 3 perusahaan dari sektor infrastruktur, 4 perusahaan dari sektor properti & real estate, 3 perusahaan dari sektor teknologi, dan 3 perusahaan dari sektor transportasi & logistik.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Puluhan Calon Emiten Antre IPO, Termasuk 11 Perusahaan JumboSebanyak 43 calon emiten masuk dalam antrean IPO di Bursa Efek Indonesia pada 2023. Sejumlah 11 perusahaan memiliki aset besar di atas Rp250 miliar.
Les mer »
Perusahaan Teknologi ISTEC Asia Bersiap IPO, Bidik Dana Segar Rp 110 MiliarDari dana IPO, 87 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung perluasan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura, dan Australia.
Les mer »
OJK Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, Ini IsinyaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi (POJK 11 Tahun 2023) untuk semakin memperkuat pengaturan dan pengawasan industri perasuransian.
Les mer »
Siap-siap! Pengumuman UMP Tahun Depan November 2023Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bakal mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 pada akhir November 2023.
Les mer »
Jokowi Apresiasi Langkah Cepat Kejaksaan Pertahankan dan Kembalikan Aset NegaraJokowi mengapresiasi langkah cepat Kejaksaan RI dalam mempertahankan dan mengembalikan aset negara.
Les mer »
KPK Belum Temukan Kejanggalan Aset Hadiah Rp 162 M Menpora DitoKPK menyebut belum menemukan adanya kejanggalan dari asal usul kekayaan Menpora Dito.
Les mer »