SKK Migas Blak-blakan soal Ekspor Hasil Blok Tuna ke Vietnam

Norge Nyheter Nyheter

SKK Migas Blak-blakan soal Ekspor Hasil Blok Tuna ke Vietnam
Norge Siste Nytt,Norge Overskrifter
  • 📰 Bisniscom
  • ⏱ Reading Time:
  • 36 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 18%
  • Publisher: 59%

SKK Migas menjelaskan alasan melakukan ekspor gas hasil dari Blok Tuna ke Vietnam.

Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menjelaskan alasan melakukan ekspor gas hasil dari Blok Tuna ke Vietnam.

"Terkait dengan Tuna ini kenapa kita kirim ke Vietnam hanya tinggal 10 km kemudian di situ ada eksiting gas production facility punya Harbour tetapi KKKS dengan Vietnam ini bisa disinergikan dibaningkan harus ditarik ke domestik 600 km," kata Nanang di Gedung SKK Migas dikutip, Rabu . Tidak hanya itu, Nanang juga menyebut harga yang diberikan oleh Vietnam dapat menjadi modal bagi proyek-proyek yang terdapat di perbatasan.

Blok Tuna ini dioperatori oleh Premier Oil Tuna B.V. dengan hak partisipasi 50 persen. Premier Oil bermitra dengan perusahaan migas pelat merah asal Rusia, Zarubezhneft lewat anak perusahaannya, ZN Asia Ltd yang juga memegang hak partisipasi 50 persen.

Vi har oppsummert denne nyheten slik at du kan lese den raskt. Er du interessert i nyhetene kan du lese hele teksten her. Les mer:

Bisniscom /  🏆 23. in İD

Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter

Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.

SKK Migas Buka Suara soal Mitra Baru Pengembangan Blok MaselaSKK Migas Buka Suara soal Mitra Baru Pengembangan Blok MaselaSKK Migas buka suara terkait dengan mitra baru dalam pengembangan blok Masela.
Les mer »

Buru 'Harta Karun' Migas Jumbo di Papua, SKK Migas Lakukan Studi LanjutanBuru 'Harta Karun' Migas Jumbo di Papua, SKK Migas Lakukan Studi LanjutanPengembangan Cekungan Warim di Papua yang sebagian areanya tumpang tindih dengan Taman Nasional Lorentz masih membutuhkan studi lanjutan
Les mer »

Indonesia Mau Larang Ekspor Gas? Ini Kata SKK MigasIndonesia Mau Larang Ekspor Gas? Ini Kata SKK MigasSKK Migas angkat suara perihal rencana Pemerintah Indonesia untuk melarang ekspor gas ke luar negeri.
Les mer »

Luhut Usul Setop Ekspor Gas, SKK Migas: Kebijakan Pemerintah untuk DomestikLuhut Usul Setop Ekspor Gas, SKK Migas: Kebijakan Pemerintah untuk Domestik'Mengenai larangan ekspor, saya kira tadi sudah saya sampaikan, bahwa memang kebijakan pemerintah ya adalah memanfaatkan untuk domestik,' kata Kurnia.
Les mer »

Repsol Lepas Blok Andaman III, Pengamat: Investor Masih Hati-hati InvestasiRepsol Lepas Blok Andaman III, Pengamat: Investor Masih Hati-hati InvestasiKeputusan Repsol mengembalikan Blok Andaman III kepada pemerintah dinilai sebagai sinyal bahwa investor masih hati-hati berinvestasi di hulu migas Indonesia.
Les mer »

Gegara Hal Ini, Realisasi Lifting Migas Semester I 2023 Masih LoyoGegara Hal Ini, Realisasi Lifting Migas Semester I 2023 Masih LoyoSKK Migas mencatat lifting minyak pada semester I 2023 sebesar 615,5 ribu barel per hari. Capaian ini di bawah target APBN 2023 sebesar 660 ribu barel per hari.
Les mer »



Render Time: 2025-03-01 18:26:22