Perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla, mengumumkan bahwa mereka akan membangun pabrik baterai berskala besar di China, bukan Indonesia.
Tesla menyebut pabrik di Shanghai itu akan memproduksi 10.000 megapack baterai dalam setahun.
Megapack adalah baterai yang sangat besar dan digunakan untuk membantu menstabilkan jaringan energi serta mencegah pemadaman listrik.Sebelumnya, Tesla sudah memiliki pabrik megapack di California dengan kapasitas produksi 10.000 unit per tahun. Melalui akun Twitter-nya, Musk mengatakan bahwa pabrik baru mereka di China akan menjadi tambahan dari pabrik Tesla di AS.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Bukan Indonesia, Tesla Pilih Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di ChinaTesla Inc (TSLA.O) akan membuka pabrik di Shanghai, China yang disebut mampu memproduksi 10.000 baterai megapack per tahun. Bagaimana dengan nasib rencana investasi...
Les mer »
Bukan di Indonesia, Tesla Bangun Pabrik Baterai Raksasa di ChinaProdusen kendaraan listrik Tesla mengumumkan rencananya untuk membangun pabrik baterai raksasa di China
Les mer »
Bukan Tesla atau Google, Ini 10 Perusahaan Terbaik untuk BekerjaFortune merilis daftar perusahaan terbaik untuk bekerja pada tahun 2023. Perusahaan teknologi Cisco Systems menduduki peringkat pertama daftar tersebut.
Les mer »
Peringkat Indonesia di Indeks Inovasi Global 2022 Naik SignifikanBerdasarkan laporan Indeks Inovasi Global 2022 yang dirilis World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia meraih skor 27,90 dan menempati peringkat 75 dari 132 negara. Indonesia pun berhasil naik 12 peringkat dari peringkat di tahun 2021. Indonesia pun untuk pertama kalinya menembus 80 besar negara-negara paling inovatif dalam kurun waktu 11 tahun terakhir. WIPO juga untuk pertama kalinya menempatkan Indonesia sebagai Innovation Achievers atau negara-negara yang berprestasi di bidang inovasi. Hal ini karena perkembangan inovasi Indonesia berada di atas prediksi berdasarkan kelompok pendapatan. Indonesia sendiri tergolong dalam kelompok negara berpendapatan menengah rendah. WIPO mencatat bahwa kenaikan Indonesia dipengaruhi oleh peningkatan drastis pada keterkaitan inovasi dan aset-aset tidak berwujud (intangible assets). Indonesia juga mencatatkan performa baik pada indikator-indikator seperti pendanaan untuk perusahaan startup dan scale-up, kondisi klaster ekonomi, kolaborasi riset dan pengembangan universitas dengan industri, dan intensitas aset tidak berwujud perusahaan.
Les mer »
Tesla Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di ChinaTesla Inc akan membangun pabrik baru di Shanghai, China. Pabrik tersebut digadang-gadang mampu memproduksi 10.000 baterai megapack per tahun.
Les mer »