Menteri BUMN Erick Thohir siap menindak tegas para penimbun yang ingin meraup keuntungan di tengah kenaikan harga beras.
Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir melakukan peninjauan operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang diproduksi Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang , Jakarta Timur, Rabu .
"Kita libatkan semua, satgas, pemda, masyarakat untuk mulai mendorong supaya harga pangan bisa dijaga," ujar Erick. "Jadi saya terus mendorong impor dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data, kasian rakyat, kasian petani," tutup Erick. Sedangkan untuk harga beras kualitas sedang berada pada kisaran Rp14.000 per kilogram dari sebelumnya Rp12.000 per kilogram, dan kualitas standar Rp13.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp10.000 per kilogram.* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Siap Sapu Bersih, Erick Thohir Warning Keras Penimbun BerasErick Thohir mengatakan, pemerintah fokus melakukan penegakan hukum beriringan dengan upaya stabilisasi pasar.
Les mer »
Sikap Tegas Erick Thohir Terkait Bima Sakti yang Dipandang Sebelah Mata oleh PublikKetua Umum PSSI Erick Thohir ikut buka suara terkait pelatih timnas U-17 Indonesia Bima Sakti yang dipandang sebelah mata oleh publik.
Les mer »
Begini Tanggapan Erick Thohir soal Kritik terhadap Pelatih Timnas Indonesia U17 Bima SaktiKetua Umum PSSI Erick Thohir tidak mempermasalahkan kritikan masyarakat terhadap pelatih Timnas Indonesia U17, Bima Sakti.
Les mer »
Langkah Erick Thohir Laporkan Dana Pensiun BUMN ke Kejagung Diapresiasi Sejumlah PihakErick Thohir melaporkan dana pensiun (Dapen) BUMN kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).
Les mer »
Warganet Tak Yakin Timnas Indonesia U-17 Asuhan Bima Sakti, Erick Thohir Buka SuaraErick Thohir merasa apa yang disampaikan masyarakat adalah bentuk kepedulian terhadap sepak bola Indonesia.
Les mer »