Dmitry Medvedev menyebut Ukraina akan 'menghilang' dan keberadaannya 'tidak dibutuhkan' negara lain, serukan pembentukan 'Rusia Raya.'
Pernyataan tersebut disampaikan Medvedev ketika invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama hampir 1 tahun 2 bulan. Pada hari yang sama, Sabtu , otoritas Ukraina memperingati setahun serangan rudal di stasiun Kramatorsk yang menewaskan 58 orang pada 8 April 2022 lalu.
"Jutaan kompatriot kami dirisak oleh rezim Kiev Nazi selama bertahun-tahun di sana. Merekalah yang kami lindungi dengan 'operasi militer khusus' ini, tanpa ampun menghancurkan musuh," kata Medvedev.
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Rusia Sedang ‘Berkoordinasi’ untuk Pulangkan Anak-Anak UkrainaKomisioner hak-hak anak Rusia mengatakan pada pertemuan PBB hari Rabu bahwa anak-anak yang dideportasi dari Ukraina dibawa demi keselamatan mereka dan Moskow sedang berkoordinasi dengan berbagai organisasi internasional untuk memulangkan mereka ke keluarga masing-masing. Sejak dimulainya...
Les mer »
Sukses Damaikan Saudi-Iran, China Diharap Jembatani Konflik Rusia UkrainaXi Jinping mau menemui Presiden Volodymyr Zelensky, setelah Macron mendesak China berbicara dengan Rusia mengenai perang di Ukraina.
Les mer »
Berusaha Dihapus AS, Dokumen Rahasia Terkait Perang Rusia Vs Ukraina Bocor di MedosDokumen rahasia milik Amerika Serikat terkait perang Rusia Vs Ukraina bocor di media sosial.
Les mer »
Pemerintah Rusia yang Menginvasi Ukraina Prihatin atas Aksi Kekerasan Israel di Masjid Al AqsaKementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan kekhawatirannya atas situasi di Masjid Al Aqsa menyusul insiden di Yerusalem yang dinilai merupakan tindakan memusuhi semua agama di dunia.
Les mer »
AS Pertanyakan Komitmen China Bantu Akhiri Perang Rusia-UkrainaAmerika Serikat menilai China tidak konsisten dengan upayanya memfasilitasi perdamaian Rusia-Ukraina.
Les mer »
Ukraina Beri Rusia Tawaran: Angkat Kaki dari Crimea atau Bertempur Habis-habisan“Jika mereka tidak setuju untuk pergi secara sukarela, Ukraina akan terus membebaskan tanahnya dengan cara militer,” kata Tasheva.
Les mer »