Ahli: Risiko Tinggi, Ahli Sebut Impor Beras 1,5 Juta Ton Tidak Diperlukan
Guru Besar IPB yang sekaligus Ketua Umum Asosiasi Benih dan Teknologi Tani Indonesia , Dwi Andreas menilai keputusan pemerintah untuk kembali menambah impor beras di akhir tahun 2023 tidak diperlukan.
Berdasarkan data BPS, produksi beras 2023 turun 3,5% atau 1 juta ton yang sudah dicukupi oleh impor di awal tahun sebesar 1,7 juta ton, sehingga seharusnya impor tidak diperlukan. Dwi menilai jika impor beras tetap dilakukan juga bisa berdampak pada petani yang saat ini baru menikmati harga jual beras yang baik.
Seperti apa ahli melihat rencana impor beras akhir 2023? Selengkapnya simak dialog Bramudya Prabowo dengan Asisten Deputi Pangan & Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Muhammad Saifulloh dan Guru Besar IPB & Ketua Umum Asosiasi Benih dan Teknologi Tani Indonesia , Dwi Andreas dalam Squawk Box,
Norge Siste Nytt, Norge Overskrifter
Similar News:Du kan også lese nyheter som ligner på denne som vi har samlet inn fra andre nyhetskilder.
Ahli Pidana Pencucian Uang Sebut BTS 4G Bakti Kemenkominfo Kasus BesarSaksi ahli tindak pidana pencucian uang, Ardian Dwi Yunanto, menyebut kasus dugaan korupsi pembangunan menara BTS 4G sebagai kasus besar yang melibatkan banyak pihak.
Les mer »
Amellya Nur Sifa Tak Khawatir Risiko Cedera - Jawa PosBALAP sepeda BMX termasuk salah satu olahraga cukup ekstrem dengan tingkat risiko cedera cukup tinggi.
Les mer »
Ahli Sebut ERP Lebih Efektif Kurangi Macet-Polusi daripada Gage di DKIPenerapan sistem electronic road pricing atau jalan berbayar elektronik dinilai lebih efektif mengurai kemacetan lalu lintas dan polusi udara di Jakarta.
Les mer »
Kemendikbudristek sebut 921 perguruan tinggi jalankan MBKM MandiriKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI menyebutkan sebanyak 921 perguruan tinggi telah menjalankan Merdeka Belajar ...
Les mer »
Bank Dunia Sebut Suku Bunga Tinggi Ancam Beberapa NegaraBerita Terkini Seputar Opini, Berita Terbaru Indonesia, Berita Hari Ini, Berita Terpopuler, Media Indonesia | Referensi Bangsa
Les mer »